Senin, 07 Desember 2009

Dampak Negatif dari Penggunaan Perangkap Kognitif

Berbicara tentang perangkat pembelajaran dalam dunia pendidikan tentu tidak afhdal kiranya kalau tidak menyebutkan perangkat yang sifatnya kognitif. Sebut saja diantaranya adalah seperti penggunaan kalkulator dan sejenisnya dalam pembelajaran. Dalam hal ini tentu ada effect atau dampak yang kemudian akan muncul, entah itu dampak positif atau bahkan mungkin dampak negatif. Untuk itu, tentu bagi para guru harus tepat waktu atau moment seperti apa para peserta didik boleh dan tidak boleh menggunakan perangkat kognitif.

Dengan demikian, dampak yang akan muncul akibat penggunaan perangkat kognitif bisa diminimalisir atau bahkan bisa dicegah. Hal ini bisa dilakukan tentu dengan tidak memberi kesempatan bagi peserta didik untuk menggunakan perangkat yang kemudian akan mengantarkannya kepada kemalasan. Apalagi sampai menggunakannya dalam evaluasi atau bahkan dalan ujian semester. Dan tentu ketika hal itu bisa di atasi dengan cara lain atau katakanlah dengan menghitung secara manual.

Tidak hanya berhenti di situ, juga dampak yang akan muncul adalah telatnya tanggap terhadap apa yang dijelaskan oleh para guru khususnya yang berkaitan dengan masalah hitung menghitung dan mata pelajaran lain secara umum. Dan tidak kalah bahayanya adalah munculnya sifat males yang kemudian akan mengantarkan peseta didik kepada kegagalan.

Hal itu semua, tentu terlepas dari hasil penelitian atau pendapat para ahli pendidikan yang mengatakan banyaknya manfaat penggunaan perangkat kognitif seperti kalkulator dan yang lainnya dalam pelajaran menghitung di sekolah-sekolah. Selain itu, juga kalkulator berfungsi sebagai alat hitung, juga dapat digunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar matematika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar