Senin, 14 Desember 2009

Penggunaan Piranti Kognitif dalam Mengembangkan Potensi Peserta Didik

Pada dasarnya ada banyak cara bagi guru untuk mengembangkan potensi yang ada pada pesera didik atau bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan intelektualnya. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan alat yang ada pada sekolah atau kalau dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah piranti kognitif .

Piranti kognitif adalah suatu alat penunjang yang dipakai oleh peserta didik dalam suatu pembelajaran. Dan tujuannya sudah jelas, yaitu untuk mempermudah peserta didik dalam memahi suatu disiplin ilmu. Misalnya dibidang studi matematika dengan menggunakan kalkulator atau yang lebih canggih lagi seperti exel kalau dalam program computer.

Terlepas dari itu, juga ada alat penunjang atau piranti kognitif yang cara mendapatkannya tanpa mengeluarkan biaya. Misalnya dengan menggunakan potongan-potongan lidi atau bambu-bambu kecil yang dipotong-potong. Dan cara menggunakannya dengan cara manual.

Tentunya alat seperti ini harus disesuaikan dengan geografis sekolahnya. Kalau di sekolah-sekolah perkotaan mungkin alat seperti ini dianggap sudah jadul (kuno). Akan tetapi, hal yang ini bisa berbeda ketika dipakai disekolah-sekolah pedesaan yang rata-rata mereka sulit untuk mendapatkan alat penunjang semacam kalkulator apalagi sampai kepada exel.

Dan juga, penggunaan alat semacam ini tentu harus disesuaikan dengan tingkatan-tingkatan sekolah. Untuk ukuran TK atau paling tidak SD/MI tentu menggunakan alat semacam ini masih sangat mungkin dan bisa. Akan tetpi bisa jadi tidak sesuai ketika alat semacam ini dipakai oleh anak-anak SMP atau SMA apalagi oleh mahasiswa.

Alhasil, menggunakan piranti kognitif bisa dari apa saja dengan catatan dapat mempermudah peserta didik dalam memahami disiplin ilmu. Sehingga dengan demikian, tujuan pendidikan yang notabeninya adalah untuk mencerdaskan anak bangsa atau dengan istilah lain memanusiakan manusia bisa tercapai dan sesuai dengan yang diharapkan oleh keluarga, masyarakat dan bangsa. Wallahu a’lam

Penggunaan Piranti Kognitif dalam Mengembangkan Potensi Peserta Didik

Pada dasarnya ada banyak cara bagi guru untuk mengembangkan potensi yang ada pada pesera didik atau bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan intelektualnya. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan alat yang ada pada sekolah atau kalau dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah piranti kognitif .

Piranti kognitif adalah suatu alat penunjang yang dipakai oleh peserta didik dalam suatu pembelajaran. Dan tujuannya sudah jelas, yaitu untuk mempermudah peserta didik dalam memahi suatu disiplin ilmu. Misalnya dibidang studi matematika dengan menggunakan kalkulator atau yang lebih canggih lagi seperti exel kalau dalam program computer.

Terlepas dari itu, juga ada alat penunjang atau piranti kognitif yang cara mendapatkannya tanpa mengeluarkan biaya. Misalnya dengan menggunakan potongan-potongan lidi atau bambu-bambu kecil yang dipotong-potong. Dan cara menggunakannya dengan cara manual.

Tentunya alat seperti ini harus disesuaikan dengan geografis sekolahnya. Kalau di sekolah-sekolah perkotaan mungkin alat seperti ini dianggap sudah jadul (kuno). Akan tetapi, hal yang ini bisa berbeda ketika dipakai disekolah-sekolah pedesaan yang rata-rata mereka sulit untuk mendapatkan alat penunjang semacam kalkulator apalagi sampai kepada exel.

Dan juga, penggunaan alat semacam ini tentu harus disesuaikan dengan tingkatan-tingkatan sekolah. Untuk ukuran TK atau paling tidak SD/MI tentu menggunakan alat semacam ini masih sangat mungkin dan bisa. Akan tetpi bisa jadi tidak sesuai ketika alat semacam ini dipakai oleh anak-anak SMP atau SMA apalagi oleh mahasiswa.

Alhasil, menggunakan piranti kognitif bisa dari apa saja dengan catatan dapat mempermudah peserta didik dalam memahami disiplin ilmu. Sehingga dengan demikian, tujuan pendidikan yang notabeninya adalah untuk mencerdaskan anak bangsa atau dengan istilah lain memanusiakan manusia bisa tercapai dan sesuai dengan yang diharapkan oleh keluarga, masyarakat dan bangsa. Wallahu a’lam

Senin, 07 Desember 2009

Dampak Negatif dari Penggunaan Perangkap Kognitif

Berbicara tentang perangkat pembelajaran dalam dunia pendidikan tentu tidak afhdal kiranya kalau tidak menyebutkan perangkat yang sifatnya kognitif. Sebut saja diantaranya adalah seperti penggunaan kalkulator dan sejenisnya dalam pembelajaran. Dalam hal ini tentu ada effect atau dampak yang kemudian akan muncul, entah itu dampak positif atau bahkan mungkin dampak negatif. Untuk itu, tentu bagi para guru harus tepat waktu atau moment seperti apa para peserta didik boleh dan tidak boleh menggunakan perangkat kognitif.

Dengan demikian, dampak yang akan muncul akibat penggunaan perangkat kognitif bisa diminimalisir atau bahkan bisa dicegah. Hal ini bisa dilakukan tentu dengan tidak memberi kesempatan bagi peserta didik untuk menggunakan perangkat yang kemudian akan mengantarkannya kepada kemalasan. Apalagi sampai menggunakannya dalam evaluasi atau bahkan dalan ujian semester. Dan tentu ketika hal itu bisa di atasi dengan cara lain atau katakanlah dengan menghitung secara manual.

Tidak hanya berhenti di situ, juga dampak yang akan muncul adalah telatnya tanggap terhadap apa yang dijelaskan oleh para guru khususnya yang berkaitan dengan masalah hitung menghitung dan mata pelajaran lain secara umum. Dan tidak kalah bahayanya adalah munculnya sifat males yang kemudian akan mengantarkan peseta didik kepada kegagalan.

Hal itu semua, tentu terlepas dari hasil penelitian atau pendapat para ahli pendidikan yang mengatakan banyaknya manfaat penggunaan perangkat kognitif seperti kalkulator dan yang lainnya dalam pelajaran menghitung di sekolah-sekolah. Selain itu, juga kalkulator berfungsi sebagai alat hitung, juga dapat digunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar matematika.